Testing IM2
Suatu hari ketika sedang berjalan-jalan disebuah mal untuk makan siang, saya dan Alisanta berkesempatan menghampiri stand IM2. Kebetulan kita memang sedang terpikir untuk menggunakan layanan 3.5 G yang ditawarkan untuk alteratif.
Setelah berbasa-basi menanyakan layanan dan paket 3.5 G (yang sebenarnya sudah kita ketahui lewat website ini dan website ini sebelumnya, lagipula sang SPG cantik disana kurang knowledgeable), saya berkesempatan mencoba IM2 3.5 G dengan modem Huawei E220 (USB). Setelah mencoba browsing ke beberapa situs umum, akhirnya terpikir untuk mencoba test kecepatan yang diberikan oleh speedtest.net
Untuk penampilan modem Huawei E220, cukup apik. Terasa sangat kecil (seukuran mouse mini dengan ketebalan 1cm) dan terasa ada kesenjangan dengan harga asli modem ini yang harganya 2 juta rupiah (disaat itu masih berlaku diskon 50% untuk modem dengan syarat kontrak 1 tahun). Yah beruntunglah yang sudah sempat ambil paket modem ini dahulu ketika masih gratis. Dipermukaan modem tidak ada tombol apapun, hanya ada sebuah led yang bisa memberikan indikasi apakah sinyal 3.G yang didapat kuat atau tidak saja.
Testing dibagi menjadi 2 tahap. Test kecepatan International dan test kecepatan IIX. Berikut ini adalah kira-kira kecepatan test yang didapat (untuk digit minor-nya tidak hafal karena tidak dicatat, jadi dibulatkan saja)
Internasional (Washington)
Download: 300 kbps
Upload: 50 kbps
IIX (Jakarta)
Download: 2000 kbps
Upload: 48 kbps
Bisa kita lihat sebenarnya klaim 3.5 G yang bisa 3,6 Mbps itu yah tidak benar juga, terutama untuk koneksi internasionalnya. Yah setidaknya ini yang terbaik bisa didapatkan sekarang ini. Paket termurahnya adalah 350 ribu rupiah untuk 1 GB. Kalau anda seorang roadwarrior, ini mungkin adalah pilihan terbaik. Yang perlu diperhatikan juga, sinyal GSM dan 3G itu berbeda. Bisa jadi ditempat yang sinyalnya bagus, tetapi sinyal 3G nya tidak baik. Dampaknya adalah kecepatan, yah separah-parahnya, kembali ke kecepatan GPRS.










Leave your response!