Pilih SIM Card Saat di Luar Negri
Membawa kartu GSM Anda ke luar negri memang keharusan, tetapi menerima dan melakukan panggilan telepon dari kartu tersebut bukanlah pilihan bijak karena biaya roamingnya yang selangit. Sebaiknya anda bawa satu buah handphone kosong untuk diisi kartu GSM di negri tujuan. Begitu melihat di layar hp ada panggilan yang penting (dan nomor asalnya dapat terlihat) sebaiknya Anda mematikan panggilan tersebut dan menelepon balik menggunakan nomor lokal dengan tarif lebih murah.
Baru-baru ini saya membawa Indosat Matrix ke luar negri. Sehari sebelum berangkat saya menghubungi contact center untuk memastikan international roaming saya dapat aktif. Ada beberapa teman yang mempunyai kasus aneh di mana Indosat memaksa mereka untuk memberikan deposit uang atau fotokopi kartu kredit, tetapi untung saya tidak mengalami kasus ini. Sampai Singapore dan Malaysia sinyal Indosat Matrix saya tetap ada dan berganti-ganti provider tergantung lokasi.
Singapore mempunya beberapa provider GSM: SingTel, StarHub, dan M1. Untuk turis disediakan kartu prabayar, SingTel dengan HiCard sedangkan StarHub menjual Green Card. Harga perdananya berkisar SGD 10-20 dengan isi pulsa kurang lebih juga seharga perdana. Tarif menelepon di Singapore terbilang cukup mahal dan yang mengesalkan adalah menerima panggilan juga dikenakan biaya untuk paket-paket tertentu. Jadi ada baiknya Anda bertanya kepada penjual untuk memastikan kartu mana yang paling ekonomis. Pemakai kartu SingTel HiCard dapat melakukan SMS ke Telkomsel dengan tarif murah 5c/SMS (karena SingTel adalah pemilik saham Telkomsel)
Saat itu saya memakai StarHub Green Card seharga SGD 18, melakukan SMS International sebanyak 5 akan diberikan gratis 10 lagi yang harus dihabiskan pada hari yang sama. SMS international dikenakan biaya 15 cents/sms. Untuk mengaktifkan free incoming call, harus melakukan sms ke nomor tertentu dan akan dikenakan biaya kurang dari 59c (capek dehhh, untung pake Esia). Dan sebenarnya nomor Singapore ini bisa dibawa roaming juga ke Malaysia atau Indonesia dengan catatan harus didaftarkan sehari sebelumnya dengan *111#. Fitur lain cukup standar dan ternyata GPRS dialup tidak begitu dikenal di negeri itu, jadi lupakanlah keinginan untuk melakukan dial-up melalui GSM. Panggilan lokal dikenakan 22c untuk menit pertama dan 18c untuk menit berikutnya. IDD Call ke Indonesia dengan menekan awalan 008 atau 018. Persaingan tidak terlalu ketat di Singapore sehingga tarif tidak bisa dibuat lebih kompetitif lagi.
Berbeda dengan Singapore, keadaan Malaysia lebih mirip dengan Indonesia. Persaingaian GSM sangat ketat disertai iklan-iklan yang kadang menjelekkan operator pesaing. Ada 3 operator utama di Malaysia: Maxis, Digi, dan Celcom. Coverage terluas diklaim oleh Celcom dan Maxis, tetapi sepanjang perjalanan saya hampir tidak ditemukan blank spot. Jadi lupakan saja tentang klaim coverage, semua pasti sama.
Untuk turis Indonesia, saya sarankan memakai kartu Maxis Hotlink edisi Indonesia (tidak salah baca: orang Indonesia memang gila belanja sampai kartu GSM special untuk Indonesia juga ada). Kelebihan kartu ini adalah Anda mempunyai start awal yang bagus, 200 SMS gratis ke Indonesia! Cukup untuk keperluan SMS selama sebulan (untuk ukuran saya). Kartu ini dapat dibeli dengan harga sekitar MYR 8.80 dengan pulsa awal hanya MYR 4. Cukup serahkan passport Anda kepada penjual untuk registrasi dan dalam 5 menit kartu Anda siap dipakai. SMS International dikenakan biaya 20c dan kartu ini mendukung layanan GPRS dan 3G dengan tarif 1c/KB. Tarif menelepon adalah 39c on-net dan 49c off-net. Untuk Anda yang suka tarif flat, pakailah kartu Digi yaitu 48c ke semua operator dimana pun di Malaysia. Saya belum pernah menggunakan Celcom, tetapi untuk pemakai XL mestinya tidak terlalu bingung, skema tarif yang mirip karena Telekom Malaysia sebagai pemilik Celcom juga adalah pemilik XL Indonesia saat ini. TM adalah perusaah telekomunasi nomor 2 terbesar se Asia Tenggara setelah SingTel.
Dan jangan lupa, jika ada sisa pulsa di sana, sebelum pulang Indonesia aktifkan roaming supaya bisa dihabiskan juga di Indonesia. Pada akhirnya biaya yang saya keluarkan adalah SGD 20 untuk Starhub Green Card dan MYR 8.8 untuk Maxis Hotlink. Semoga artikel ini bermanfaat.










Wow… resume yang keren n sangat bermanfaat. sayang sekali, saya baru baca artikel ini sekarang… padahal saya ke singapore n malaysia nya udah bulan lalu… yah karena keterbatasan pengetahuan akhirnya saya pake DIGI.. kata tour leader, itu operator yang paling murah….. tapi karena saya agak bingung dalam memilih sim cardnya.. DIGI pun saya bawa jalan2 ke siangpore….
anyway, thx 4 d info…. lain kali kalo daku kesana, akan kubaca dulu artikel ini dengan seksama…. thx y!!! gud lak!
wooowww…ngg perlu 2 HP bos…cukup 1 HP aja…gunakan MAGICSIM aja…kan tinggal switch…kalo mo telp ke indonesia…numpang lewat yaa…wakakaaa….sukses selalu….www.mangunjaya.com
Leave your response!
Recent Posts
Tags
Acid3 Apple Avatar Browser DS Entertainment firefox Game Gears Google GSM Handheld Hardware Hosting Internet iPhone Javascript Leopard Mac MacBook Microsoft minefield Mobile mozilla Nintendo Office Software Spyware Teknologi Turbo USB Virus Web Web 2.0 WordpressArchives
Meta
Blogroll