Home » Mobile

Monopoli Temasek di Telkomsel dan Indosat?

15 August 2007 4 Comments

Mencermati pemberitaan akhir-akhir ini tentang indikasi dari KPPU tentang adanya monopoli Temasek Holdings di Telkomsel dan Indosat, juga ditulis di beberapa blog, seperti di sini, dan melihat counter argument yang cukup meyakinkan ditulis oleh Imelda Maidir, seorang mahasiswa pasca sarjana yang dimuat di harian kompas hari ini, cukup terlihat bahwa orang Indonesia cuma bisa mencuap-cuap nasionalisme tanpa membaca fakta secara lengkap.

Saya tidak ingin banyak mencampuri urusan ini, tetapi dari sisi logika saja sudah terlihat jelas bahwa yang mengontrol harga sebenarnya adalah pemerintah Republik Indonesia sendiri. Siapa yang melarang SMS hemat, siapa yang melarang CDMA bisa dibawa ke luar kota, siapa yang menentukan batas bawah dan batas atas tarif telepon PSTN maupun Mobile? Jadi sebenarnya siapa yang menentukan kebijakan harga pulsa seluler di Indonesia?

4 Comments »

  • cayo said:

    Salam kenal bro…
    bagus2 tulisan ttg GSM world nya.

    Salam,

    Cahyo
    http://cahyodwi.com

  • ebonk - to rock, not to roll ! said:

    Lebih dari 40 Juta Orang Tertipu…

  • fitri said:

    yup! shrsnya iklim investasi d indonesia hrs diatur oleh pemerintah dlm uu yg jls & tegas. tp saya rasa kasus ini adalah kslhn pemerintahan sblm sby,yg dg seenakny menjual saham2 potensial tanpa memikirkan dmpk pjng,yaitu monopoli pihak asing yg trjd skrg

  • Ganyang Malaysia said:

    Perusahaan Asing Berebutan Pangsa Pasar Seluler di Indonesia

    Konon beredar kabar bahwa issue monopoli TEMASEK HOLDING terhadap dua perusahaan seluler raksasa Indonesia (baca: TELKOMSEL dan INDOSAT), mulai tercetus dan disebarluaskan pertama kali oleh pihak Malaysia secara diam-diam.

    Dahulu Malaysia hendak mencaplok TELKOMSEL dan/atau INDOSAT, namun mereka ternyata kalah cepat dari Singapura. Akhirnya, Malaysia “hanya kebagian jatah” mencaplok EXELCOMINDO PRATAMA (XL), dan menjadikan XL sebagai salah satu anak buah perusahaan mereka; a TM company (TM = Telecom Malaysia).

    Dengan semakin kuatnya issue monopoli TEMASEK ini, mereka mengharapkan agar setidak-tidaknya pihak TEMASEK harus rela melepaskan saham-sahamnya dari TELKOMSEL atau INDOSAT. Kemungkinan saham-saham yang akan dilepas tersebut kemudian dibeli, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, oleh pihak Malaysia (selain di bawah bendera TM tentunya) adalah cukup besar.

    Mengingat bahwa pemerintahan Malaysia dan kroni-kroninya, sedang gencar-gencarnya giat melakukan aksi “Malingsia” (baca: Malingin Indonesia) terhadap Indonesia semenjak beberapa tahun silam. Dari mulai Ambalat, Sipadan-Ligitan, Batik, Angklung, Tempe, Lagu Rasa Sayange, hingga Tari Reog Ponorogo yang beritanya kini sedang hangat-hangatnya.

    Mereka pun berhasrat ingin mendominasi/menguasai pangsa pasar seluler kita (bukan selular = celana dalam, versi bahasa Malaysia). Kalian masih tidak percaya? Biarlah waktu yang akan membuktikannya!

    Mari Kita Ganyang Malaysia!!!
    MERDEKA!!!

    See also:
    http://www.temasekholdings.com.sg/media_centre.htm
    http://www.temasekholdings.com.sg/pdf/1.%20Background%20summary.pdf

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.