Monopoli Temasek di Telkomsel dan Indosat?
Mencermati pemberitaan akhir-akhir ini tentang indikasi dari KPPU tentang adanya monopoli Temasek Holdings di Telkomsel dan Indosat, juga ditulis di beberapa blog, seperti di sini, dan melihat counter argument yang cukup meyakinkan ditulis oleh Imelda Maidir, seorang mahasiswa pasca sarjana yang dimuat di harian kompas hari ini, cukup terlihat bahwa orang Indonesia cuma bisa mencuap-cuap nasionalisme tanpa membaca fakta secara lengkap.
Saya tidak ingin banyak mencampuri urusan ini, tetapi dari sisi logika saja sudah terlihat jelas bahwa yang mengontrol harga sebenarnya adalah pemerintah Republik Indonesia sendiri. Siapa yang melarang SMS hemat, siapa yang melarang CDMA bisa dibawa ke luar kota, siapa yang menentukan batas bawah dan batas atas tarif telepon PSTN maupun Mobile? Jadi sebenarnya siapa yang menentukan kebijakan harga pulsa seluler di Indonesia?










Salam kenal bro…
bagus2 tulisan ttg GSM world nya.
Salam,
Cahyo
http://cahyodwi.com
Lebih dari 40 Juta Orang Tertipu…
…
yup! shrsnya iklim investasi d indonesia hrs diatur oleh pemerintah dlm uu yg jls & tegas. tp saya rasa kasus ini adalah kslhn pemerintahan sblm sby,yg dg seenakny menjual saham2 potensial tanpa memikirkan dmpk pjng,yaitu monopoli pihak asing yg trjd skrg
Perusahaan Asing Berebutan Pangsa Pasar Seluler di Indonesia
Konon beredar kabar bahwa issue monopoli TEMASEK HOLDING terhadap dua perusahaan seluler raksasa Indonesia (baca: TELKOMSEL dan INDOSAT), mulai tercetus dan disebarluaskan pertama kali oleh pihak Malaysia secara diam-diam.
Dahulu Malaysia hendak mencaplok TELKOMSEL dan/atau INDOSAT, namun mereka ternyata kalah cepat dari Singapura. Akhirnya, Malaysia “hanya kebagian jatah” mencaplok EXELCOMINDO PRATAMA (XL), dan menjadikan XL sebagai salah satu anak buah perusahaan mereka; a TM company (TM = Telecom Malaysia).
Dengan semakin kuatnya issue monopoli TEMASEK ini, mereka mengharapkan agar setidak-tidaknya pihak TEMASEK harus rela melepaskan saham-sahamnya dari TELKOMSEL atau INDOSAT. Kemungkinan saham-saham yang akan dilepas tersebut kemudian dibeli, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, oleh pihak Malaysia (selain di bawah bendera TM tentunya) adalah cukup besar.
Mengingat bahwa pemerintahan Malaysia dan kroni-kroninya, sedang gencar-gencarnya giat melakukan aksi “Malingsia” (baca: Malingin Indonesia) terhadap Indonesia semenjak beberapa tahun silam. Dari mulai Ambalat, Sipadan-Ligitan, Batik, Angklung, Tempe, Lagu Rasa Sayange, hingga Tari Reog Ponorogo yang beritanya kini sedang hangat-hangatnya.
Mereka pun berhasrat ingin mendominasi/menguasai pangsa pasar seluler kita (bukan selular = celana dalam, versi bahasa Malaysia). Kalian masih tidak percaya? Biarlah waktu yang akan membuktikannya!
Mari Kita Ganyang Malaysia!!!
MERDEKA!!!
See also:
http://www.temasekholdings.com.sg/media_centre.htm
http://www.temasekholdings.com.sg/pdf/1.%20Background%20summary.pdf
Leave your response!
Recent Posts
Tags
Acid3 Apple Avatar Browser DS Entertainment firefox Game Gears Google GSM Handheld Hardware Hosting Internet iPhone Javascript Leopard Mac MacBook Microsoft minefield Mobile mozilla Nintendo Office Software Spyware Teknologi Turbo USB Virus Web Web 2.0 WordpressArchives
Meta
Blogroll
Categories
Most Commented