Sinergi Website dan Perusahaan BUMN
Jarang saya mengunjungi situs web milik BUMN atau pemerintah lantaran tidak banyak informasi yang bisa didapat di sana yang berhubungan dengan saya sebagai warga negara atau pelanggan. Situs seperti itu biasanya hanya sekedar web-presence - asal ada, atau hanya berita yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan atau pemda atau istilah kerennya ‘pamer’.
Karena ada kebutuhan untuk meningkatkan daya listrik, saya iseng-iseng buka web milik PLN (Persero) di http://www.plnjaya.co.id/ . Di website ini ternyata berisi banyak informasi penting, prosedur pengajuan pemasangan atau perubahan daya. Bahkan ada simulasi harga yang harus dibayar pelanggan untuk pasang baru, rubah daya listrik, atau hanya sekedar ingin mengecek tagihan listrik rumahnya.
Singkat kata, website tersebut dibuat atas dasar melayani customer. Dari sini terlihat ada paradigma yang berubah di perusahaan distribusi listrik tersebut, walaupun di daerah-daerah selain Jakarta banyak keluhan terhadap perusahaan ini gara-gara sering terjadi pemadaman bergilir layaknya sebuah piala.
Dan setelah saya mendapatkan informasi yang cukup jelas tersebut, datanglah saya ke sebuah kantor area pelayanan, di daerah Curug Tangerang, tepatnya di Perumahan Tataka Puri. Sudah hampir 3 tahun saya tidak datang ke kantor ini karena biasa tiap bulan sudah auto-debet dari rekening kartu kredit. Kantornya sudah cukup rapi layaknya capem bank, disambut oleh semacam customer service, tinggal isi form, tanda tangan, dan bayar di kasir. singkat kata semua urusan saya beres dalam 10 menit, tidak ribet, dan yang penting tanpa pungli dan calo. Angka yang saya bayar sama persis seperti simulasi di website pln yang saya lihat sehari sebelumnya.
Satu yang belum berubah adalah habit orang-orang yang datang untuk bayar listrik: masih belum belajar yang namanya Antri, jelas-jelas saya berdiri di depan kasir masih ada saja yang menyelonong dan selipin tagihan ke lobang kasir. Mungkin karena daerah tersebut dapat dikatakan daerah pinggiran, bukan perkotaan. Sebenarnya sudah ada sistem nomor antrian di kasir tersebut, tetapi mungkin karena pelanggan yang antri tidak banyak, sistem ini tidak dipakai (mau hemat kertas kali).
Yah, akhirnya saya pulang dengan puas dan tertulis jelas berapa hari kerja SLA mereka melakukan perubahan daya seperti permintaan saya. Semoga saja benar-benar datang dalam waktu SLA itu :).
Kesimpulannya, Indonesia on the move. Memang prosesnya cukup panjang dan tergantung goodwill direktur atau menteri BUMN bagaimana melakukan reformasi sistem dan pelayanan. Dan yang pasti jangan sampai website dibuat canggih-canggih tetapi pelayanan di kantornya masih amburadul dan banyak pungli seperti di dirjen pajak atau PT Kereta Api Indonesia.










Hem… baru kali ini ada website sebagus ini
Leave your response!