Membaca berita tentang rencana Microsoft Indonesia menerapkan sistem penjualan ketengan layaknya kartu perdana dan voucher isi ulang bikin kepala saya jadi pusing. Namanya Microsoft Office Prepaid program.
Jadi dari pada membuat Anda ikut pusing, saya arahkan saja untuk membaca artikelnya di Kompas atau Info Komputer. Pada prinsipnya Anda tidak perlu beli produk Ms Office tersebut dibayar dimuka, tetapi dibayar dengan sistem cicilan, atau lebih gampangnya sistem kartu perdana hape dan diisi ulang berkala.
Pertama, harus dibeli hanya di Mangga Dua, Dusit, Orion, dan melekat di komputer baru. Starter packnya sebesar $50 (ini aja udah mahal yah) yang bisa dipakai 6 bulan, dan harus di-renew setiap 3 bulan sebesar $35. Sehingga total dalam setahun pertama Anda bayar $120 (mulai deh berasa mahalnya). Yah demikian seterusnya, Anda dapat memakai office kalau membayar $35 untuk pemakaian 3 bulan.
Untuk perusahaan-perusahaan yang memang tidak bisa hidup tanpa Ms. Office, sepertinya ini adalah sebuah opsi yang cukup murah dibandingkan harus beli full-license antara $400-$500 per user. Tetapi melihat banyaknya opsi produk lain selain Ms. Office, untuk solusi hemat banyak produk bagus lain yang dibagikan secara gratis alias tidak perlu di-crack.
Terlebih Office 2007 yang terkenal tidak user-friendly, dari pada belajar beralih dari Office 2003 ke 2007, lebih baik sekalian belajar beralih ke produk office lain yang gratis. Contohnya adalah OpenOffice yang sudah cukup terkenal, atau bayi baru bernama IBM Lotus Symphony. Yang diperlukan hanyalah penyesuaian user.




April 29th, 2008 at 16:06
eeh boleh juga neh artikelnya — btw lotus symphony itu bukan bayi boss — lotus symphony itu udah lama ada dari jaman baheulaa (tampilannya masih versi dos kayak wordstar gituu ) — lu aja yang semelekete —- jangan2 waktu lotus symphony ada lu baru lahir alias masih bayii - wakakak