Leopard-ing Macbook
Walaupun agak telat, akhirnya saya mencoba men-Leopard-kan MacBook saya. Walau tidak berjalan ‘mulus’ tetapi bisa dibilang sukses.
Ketika ingin mengupgrade, awalnya bingung bagaimana caranya. Apakah perlu reboot dan menekan tombol tertentu seperti kita melaunch DVD original untuk repair. Ternyata ketika memasukkan DVD DL Leopard tersebut, terdapat menu reboot utk masuk installationnya.
Setelah reboot dan melihat wallpaper Aurora khas ala Leopard, lalu diprompt bahasa yang digunakan, akan tetapi ketika bagian installation destination, tidak ada pilihan HDD saya sama sekali. Langsung cemas! Langsung saya launch “Disk Utility” untuk melihat apakah HDD saya “terbaca”. Ternyata ada disana. Positif thinking….. Mungkin HDD Space yang kurang.
Langsung saya restart dan mengorbankan beberapa video dan mp3 sampai menyisakan sekitar 10 gig, lalu kembali lagi ke Leopard installer. Dan akhirnya…… teteeuppp. Sudah mulai frustasi….. Kembali lagi ke OSX dan cek ke beberapa situs, mereka bisa HDD nya walaupun disk space kurang…. Tambah cemas !
Mungkin partisi-nya ngaco. Oke, backup semua data, siap-siap reformat, repartisi dan re-lainnya sampai leopard berjalan. Setelah masuk ke installer, launch “Disk Utility” dan…. Erase! …… fail bin gagal…. mungkin partisinya dicoba create ulang…. gagal juga…. aneh….. Positif thinking, siapa tahu di menu target installation sudah bisa. Close Disk Utility dan kembali….. Tetap kosong….
Setelah berusaha sekitar 30 menit, masih tidak bisa. Lupa karena apa, saya harus meninggalkan si macbook sebentar. Ketika kembali…. Voila! Target disk sudah muncul….. Langsung pilih dan masuk ke layar konfirmasi bahwa akan melakukan upgrade OSX. Sempat terpikir, untung saja format gagal sehingga tidak perlu capai mensetup ulang lagi. Yah walaupun backup jadi gagal semua, yang lebih penting settingan tidak berubah dan bisa dipakai kembali.
Instalasi membutuhkan sekitar 1 jam, walaupun pada awal tertulis membutuhkan 3 jam. Setelah selesai, installer melakukan restart. Setelah login, saya disuguhkan video selamat datang dalam berbagai bahasa diluar angkasa. Sangat bagus dan menghibur animasinya.
Sekilas dengan Leopard
Icon set dan Finder terasa lebih segar. Dock paling terasa efeknya, terutama untuk folder yang bisa “meloncat” icon2x isinya.
Semua plugin InputManagers untuk iChat dan Safari semua non aktif. Ini disebabkan Apple mengambil langkah untuk meningkatkan keamanan. Yah tetap bisa diakalin juga dengan plugsuit.
GrowlMail tidak jalan, hardware growl tetap jalan dengan baik.
System terasa lambat. Ketika diperiksa, ternyata spotlight sedang melakukan indexing. Dengan spotlight baru ini, sepertinya Google Desktop dan QuickSilver bisa dibuang segera. QuickSilver saya hanya gunakan untuk launch aplikasi, dengan spotlight juga sudah bisa sekarang.
Calendar terlihat lebih rapih, iChat dan Photo Booth juga keren fitur effect ganti background.
Safari ada fitur tambahan, yaitu mengambil potongan dari halaman web yang langsung di transfer ke Dashboard sebagai widget.
Semua aplikasi yang terinstall sebelumnya berjalan dengan baik, termasuk parallel desktop.
Frontrow juga berubah jadi lebih responsif dengan interface baru, terutama ketika membuka trailer film. Selain itu ada link ke iTunes store yang memberikan preview video klip lagu-lagu sekitar 30 detik. Anehnya kenapa saya terkoneksi ke iTunes Jepang ? Teks karakter jepang dengan rentetan lagu dan artis jepang terkini bisa saya lihat klipnya.
Space, ini baru keren. Saya bisa switch desktop dengan cepat menggunakan keyboard. Kalau dulu harus pakai expose atau alt-tab lalu baru cari window tujuan. Kalau sekarang bisa langsung set windows ke space yang lain. Dan ketika sedang view space semua, kita bisa drag’n'drop window ke space yang lain juga. Atau kalau kita sedang drag window dan switch space, window yg sedang di angkat akan terbawa juga.
Expose dan Frontrow sekarang sudah ada aplikasinya yang bisa dipanggil di “Application”, entah apa tujuannya.
Time Machine belum sempat coba. Mungkin kalau ada HDD external buat test nanti.
PureFTP saya tidak aktif. Akan tetapi builtin sharing FTP Leopard sudah lebih bagus, bisa di custom dengan mudah sekarang.
Untuk anda yang ingin mengupgrade, kata kuncinya “Sabar” yah. Semoga sukses. Merdeka !










denger2 leopard lebih makan resource ya, mas? lebih haus ram … bener gak sih? jadi ragu2 pengen upgrade …
So far sih selama pake asik2x aja. Service yang nga pake jgn dinyalain aja. Apalagi sesudah 10.5.2 + leopard graphic upgrade, jadi lebih mulus animasinya.
Leave your response!
Recent Posts
Tags
Acid3 Apple Avatar Browser DS Entertainment firefox Game Gears Google GSM Handheld Hardware Hosting Internet iPhone Javascript Leopard Mac MacBook Microsoft minefield Mobile mozilla Nintendo Office Software Spyware Teknologi Turbo USB Virus Web Web 2.0 WordpressArchives
Meta
Blogroll